Menu

Mode Gelap
Pejabat Dinas Pendidikan Sumsel Jadi Tersangka, Ini Kasusnya 5 Tersangka Segera Diadili Dalam Kasus Korupsi BTS Kominfo Rp 8 Triliun Gayus Lumbuun Mantan Hakim Agung Pertanyakan Gugatan Kewenangan Jaksa Selidiki Korupsi

Investigasi · 26 Sep 2023 14:12 WIB

Dugaan Pungli di SMAN 1 Pebayuran LSM Pemantau Tipikor Secepatnya buat Laporan Ke APH

 Dugaan Pungli di SMAN 1 Pebayuran LSM Pemantau Tipikor Secepatnya buat Laporan Ke APH Perbesar

Koruptor.id-BEKASI-Menanggapi Ramainya pemberitaan perihal dugaan pungutan liar di SMAN 1 Pebayuran tentang oknum Kepala Sekolah (Kasek) yang seolah aji mumpung namun Seolah Planga plong seakan tidak tahu apa apa.

Dikonfirmasi melalui selurnya SRD selaku Ketua Komite SMAN 1 Pebayuran mengayakan, komite semua bekerja atas Rencana Kerja dan Anggaran sekolah (RKAS) jadi mana mungkin Kepala sekolah tidak tahu”

“Kami komite bekerja atas acuan (RKAS) dan Pungutan itu Rekomendasi Dinas Pendidikan dan KCD juga Kepala Sekola, saya tuh Kepala Ketua Komite Kabupaten Bekasi jadi kalau tidak ada Pergub jelas tidak berani melakukan pungutan.” Jelas SRD

Namun saat di minta komentarnya tentang  riuhnya masyarakat mengeluhkan karena banyaknya pungutan di SMAN 1 Pebayuran SRD seolah merasa setuju kalau bisa di SMAN 1 Pebayuran jangan lagi ada pungutan ujarnya.

“Sangat setuju bang bila perlu tidak ada lagi pungutan di SMAN 1 Pebayuran” Pungkasnya.

Sebelumnya dugaan pungli yang terjadi disekolah SMAN 1 Pebayuran yang beralamat di Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi Jawa Barat Seolah Tidak ada obatnya.

Dikatakan NR misalnya, salah satu orang tua murid yang bersekolah di SMAN 1 Pebayuran mengeluhkan adanya iuran sumbangan untuk gedung sebesar Rp. 1.000.000,  Menurutnya kepada awak media seharusnya yang namanya sumbangan itu bersifat sukarela tidak harus mematuk sekian dan sekianya.

“Jelas merasa keberatan, bahkan pas dengar diadakanya sumbangan gedung sebesar Rp. 1.000.000 sangat merasa keberatan, karena seharusnya kan sumbangan itu sekarela kenapa harus dipatok sekian sekianya” papar NR
Pungutan liar tersebut diantaranya, Iuran seragam 1,250,000
Sumbangan bangunan 1,000,000
Bahkan hingga Pungutan kedai kantin 5 juta per lapak, sedangkan bahan materian berasal dari bangunan yang dapat bantuan dari DAK.

Padahal anggaran yang bersumber dari BOS tahun 2022 itu cukup besar senilai Rp. 1.565.800.000,
BPOD senilai Rp.1.675.620.000 dan lain – Lain senilai Rp.1.485.005.000 jadi total nilai anggaran sebesar Rp.4.725.425.000.

Melihat hal tersebut diatas ketua LSM Pemantau Tipikor Reston Sitompul yang di minta tanggapanya terkait dugaan pungli uang bangunan di SMAN 1 Pebayuran Reston mengatakan  kalau Semua Dari SMAN dan SMKN seolah berlomba melakukan Pungutan dengan berbagai dalih dengan kisaran satu juta sampai tiga juta rupiah padahal menurut Reston  peraturan gubernur tahun 2023 belum keluar .

“Dalam Pergub no 97 tahun 2022 tentang perubahan, Ketentuan Pasal 15 no3 penggalangan dana dan sumber daya pendidikan lainya sebagai mana dimaksud ayat 1 bahwa bantuan secara sukarela  bukan pungutan jadi jelas Kepala Sekola melanggar Pergub”Papar Reston

“Dan kedepan untuk SMAN 1 Pebayuran yang telah melakukan pungutan liar akan Kami laporkan ke kejaksaan Negeri Cikarang dan Kepolda metro jaya” Tandasnya Reston dengan Geram

(Ayub/mis)

Follow WhatsApp Channel Koruptor.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 85 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Usaha Internet di Bulak Tangkil Terindikasi Ilegal

10 April 2024 - 11:52 WIB

Internet Ilegal

Embung Diresmikan, Kades Srimulyo Tambah Masalah Pengelola BUMDesa

13 Maret 2024 - 15:35 WIB

Tri Prasetyo Utomo, Kades Srimulyo, Gondang, Sragen

Ditanya Legalitas Usaha, Pengurus BUMDesa Srimulyo Bungkam

28 Februari 2024 - 09:00 WIB

Kantor Desa Srimulyo Gondang

Usaha BUMDesa Srimulyo Terindikasi Ilegal

21 Februari 2024 - 06:28 WIB

Salah satu usaha BUMDesa Lestari Mulyo Srimulyo

BUMDesa Peleman Terindikasi Jalankan Usaha Internet Ilegal

10 Februari 2024 - 19:16 WIB

BUMDesa Sukses Sejahtera Peleman, Kecamatan Gemolong, Sragen

Diduga Asal Jadi, Warga Kecewa Pengerjaan Jalan Desa Semumu

24 November 2023 - 23:05 WIB

Trending di Investigasi