Koruptor.id-Bekasi, Jawa Barat – Pemilihan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Desa Bantarjaya, Kecamatan Pebayuran, mulai memanas dengan munculnya wajah-wajah baru yang membawa misi segar. Salah satunya adalah Hasan Mizih, tokoh muda yang secara resmi menyatakan kesiapannya untuk bertarung memperebutkan kursi BPD keterwakilan wilayah Dusun 1.
Bukan sekadar mengejar jabatan, Hasan memandang BPD sebagai “Parlemen Mikro” yang memiliki otoritas vital dalam menentukan arah kebijakan anggaran dan pembangunan desa. Ia menilai, selama ini fungsi pengawasan dan penyaluran aspirasi sering kali tersumbat karena kurangnya komunikasi aktif antara lembaga dan warga.
“BPD adalah mitra sekaligus penyeimbang pemerintah desa. Saya maju karena ingin memastikan setiap kebijakan yang lahir di balai desa benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat, khususnya warga Dusun 1,” tegas Hasan Mizih, Senin (2/2/2026).
Pengawasan Ketat dan Transparansi Anggaran
Hasan menekankan bahwa peran BPD di masa depan harus lebih transparan dan bertanggung jawab. Ia berkomitmen untuk merombak cara kerja komunikasi tradisional menjadi lebih terbuka. Baginya, fungsi pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan desa bukan untuk mencari kesalahan, melainkan untuk memastikan akuntabilitas penggunaan dana desa tepat sasaran.
Komitmen yang ditawarkan Hasan mencakup tiga pilar utama:
Advokasi Aspirasi: Menjamin setiap keluhan warga Dusun 1 sampai ke meja pembahasan desa.
Transparansi Kebijakan: Mendorong keterbukaan informasi publik terkait rencana pembangunan desa.
Pengawasan Independen: Memastikan fungsi kontrol terhadap kinerja kepala desa berjalan sesuai aturan.
Ajakan Partisipasi Demokrasi Desa
Menjelang hari pemilihan, Hasan mengajak seluruh elemen masyarakat di Dusun 1 untuk tidak golput. Ia percaya bahwa kualitas pemerintahan desa yang demokratis dan berkeadilan sangat bergantung pada pilihan masyarakat terhadap wakil mereka di BPD.
“Demokrasi desa adalah fondasi kemajuan. Saya mengajak warga untuk berpartisipasi aktif dalam pemilihan ini. Mari kita wujudkan Desa Bantarjaya yang lebih transparan dan mandiri bersama-sama,” pungkasnya.
Dengan latar belakang niat pengabdian yang kuat, kehadiran Hasan Mizih diharapkan mampu membawa warna baru bagi dinamika politik lokal di Kabupaten Bekasi.
KAPERWIL JABAR




























