Menu

Mode Gelap
DPD IKADIN Lampung Borong Dua Penghargaan  Pejabat Dinas Pendidikan Sumsel Jadi Tersangka, Ini Kasusnya 5 Tersangka Segera Diadili Dalam Kasus Korupsi BTS Kominfo Rp 8 Triliun Gayus Lumbuun Mantan Hakim Agung Pertanyakan Gugatan Kewenangan Jaksa Selidiki Korupsi

Investigasi · 7 Agu 2024 15:06 WIB

Miris, Oknum Tenaga Ahli Sebut SOP BUMDesa “Copyan”

 Standar Operasional Prosedur Perbesar

Standar Operasional Prosedur

Koruptor.ID-Sragen: Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) memiliki peran penting dalam meningkatkan perekonomian desa dan menambah Pendapatan Asli Desa (PAD). Namun, keberhasilan BUMDesa sangat bergantung pada pengelolaan yang baik, salah satunya melalui penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP).

Para pengelola BUMDesa di Sragen mengeluhkan kesulitan dalam menjalankan usaha tanpa SOP. Mereka merasa terbebani dengan penilaian dan pemeringkatan yang ketat, namun tidak mendapatkan dukungan berupa pendampingan dan pelatihan dari pemerintah daerah.

Bahkan, beberapa pengelola BUMDesa mengaku pernah mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari oknum tenaga ahli. Mereka dituduh memiliki SOP “copyan” padahal sudah berusaha untuk melengkapi sesuai standar.

“Kami sudah berusaha untuk melengkapi, tapi usaha yang dilakukan seperti tidak dihargai oleh mereka yang melakukan penilaian. Bahkan ada oknum TA yang bilang kalau ada BUMDesa yang punya SOP, tapi SOP copyan. Bisa ditanyakan ke teman-teman pengelola BUMDesa yang lain. Pasti ada yang mendengar kata-kata SOP copyan tersebut.” Jelas Ds, salah satu pengelola BUMDesa di Kabuaten Sragen kepada koruptor.id, Rabu (7/8).

Hasil penelusuran koruptor.id di lapangan menemukan kalau pengelola BUMDesa berusaha untuk mencari referensi sendiri. Hal itu dilakukan untuk memenuhi standar dalam penilaian dan pemeringkatan BUMDesa. “Sampai sekarang belum ada pendampingan cara buat SOP. Sehingga di BUMDesa masih banyak yang belum punya SOP. Tapi, setiap ada penilaian atau evaluasi selalu ditanyakan tentang SOP tersebut.” Tambah Ds.

Usaha para pengelola BUMDesa seperti tidak ada harganya. Tidak ada yang mendampingi ataupun mengarahkan, tapi saat penilaian dan pemeringkatan melemparkan kata yang menyakitkan. Semoga kedepannya BUMDesa di wilayah Sragen bisa mendapatkan pendampingan dan pembinaan yang riil di lapangan,bukan hanya kirim file dan minta data saja. Kurangnya SOP di BUMDesa Sragen telah menimbulkan berbagai masalah yang menghambat perkembangan usaha. Oleh karena itu, perlu adanya upaya serius dari berbagai pihak untuk mengatasi permasalahan ini. (srg1)

Follow WhatsApp Channel Koruptor.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 105 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

KASI SMP DIDUGA LAKUKAN PUNGLI DALAM PENYALURAN  MEBEULAIR SMP DI KABUPATEN BEKASI

22 Februari 2026 - 18:43 WIB

Laporan  Dugaan Korupsi Banprov Desa Bantarsari Masuk Meja Kejaksaan

22 Januari 2026 - 22:38 WIB

Proyek Kegiatan P3-TGAI Kabupaten Bekasi, Berbau Pungli dan Korupsi

19 September 2025 - 17:50 WIB

P3A Desa Sumbersari Diduga Alihkan Pekerjaan P3-TGAI Ke Pihak Ketiga

9 September 2025 - 14:52 WIB

Kades Cihaurkuning Terjerat Dugaan Korupsi Dana BUMDes dan Proyek Mangkrak

13 Juni 2025 - 13:54 WIB

Dugaan Korupsi Dana Desa di Panombean Hutaurung: Inspektorat dan Tipikor Simalungun Turun Tangan

6 Juni 2025 - 10:49 WIB

Trending di Investigasi