Bandar Lampung – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Keguruan dan Ilmu Pendidikan (KIP) Universitas Lampung resmi menggelar pelantikan pengurus baru periode 2025–2026 pada Minggu, 9 November 2025, bertempat di Gedung Aula K, FKIP Unila.
Kegiatan yang mengusung tema “Membangun Kader Intelektual: Aktif dalam Gerakan, Teguh dalam Nilai, dan Luhur dalam Pengabdian” ini menjadi momentum penting bagi kader HMI untuk memperkuat peran intelektual mahasiswa di tengah tantangan zaman.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Dekan FKIP Unila sekaligus alumni HMI, Dr.Albet Maydiantoro. Tenaga Ahli Komisi IV DPRD B.Lampung, Maftucin. Ketum Kohati Komisariat KIP Unila 2011-2012, Sagita Markawira. Alumni HMI Reki Fahlevi. serta dari berbagai Komisariat, sirkum HMI Cabang Bandar Lampung, Kader, serta undangan lainnya.
Pelantikan ini menandai dimulainya masa kepengurusan baru di bawah kepemimpinan Formateur terpilih, Roudak Kuntara Sakti, dengan harapan mampu melanjutkan tradisi perjuangan HMI dalam mencetak insan akademis, pencipta, dan pengabdi yang berlandaskan nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan.
Dalam sambutannya, Dr.Albet menyampaikan kegiatan ini merupakan langkah nyata memperkuat komitmen kader HMI sebagai motor intelektual di kampus dan masyarakat. Ia menegaskan pentingnya sinergi dan semangat kolaborasi antara kader, senior dan junior dalam memperkokoh nilai keislaman dan keilmuan, agar semangat “yakin usaha sampai” tetap menjadi landasan perjuangan di tengah arus modernitas yang kian kompleks. Ia juga mengajak seluruh mahasiswa untuk berkolaborasi dan bersama-sama membangun FKIP unila.
Dr.Albet juga menekankan bahwa setiap kader HMI harus mampu mengintegrasikan antara ilmu dan iman, serta memanfaatkan potensi intelektual dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Melalui momentum pelantikan ini, diharapkan terbentuk semangat baru yang berorientasi pada pengabdian dan tanggung jawab sosial, sesuai dengan cita-cita HMI.
Hal senada disampaikan formateur terpilih Roudak Kuntara Sakti, ia mengajak seluruh kader untuk lebih aktif dalam setiap lini kegiatan organisasi, tidak hanya di ruang akademik, tetapi juga di bidang sosial dan kemasyarakatan. Ia berharap kepengurusan baru dibawah kepemimpinannya mampu menjawab tantangan zaman dengan inovasi, solidaritas, dan kerja nyata, demi menjaga marwah HMI sebagai laboratorium kepemimpinan dan pembentukan kader. (*)




























